CaraKerja Pemasaran Internet Internet Marketing sebagai Sumber Penghasilan (Source of Income) 1. PPC (Pay Per Click) 2. PPS (Pay Per Sale) 3. PPL (Pay Per Lead) 4. Menjual Produk Sendiri atau Produk Orang Lain 5. Pelelangan (Online Auction) Internet Marketing untuk Promosi Online (Traffic Generation) 1. SEO (Search Engine Optimization) 3. TahapanBelajar Digital Marketing #1 Belajar‍. Di tahap ini kamu perlu mempelajari teori dan konsep digital marketing. Kamu bisa membaca artikel dan buku tentang digital marketing, menonton video dan mendengarkan podcast tentang digital marketing, dan belajar dari mereka yang lebih ekspert. TahapanProses Pemasaran Memahami nilai dan kepuasan terhadap konsumen Pengaruh Lingkungan Lingkungan Internal Lingkungan Eksternal Strategi Pemasaran dan Lingkungan Pemasaran Melakukan iklan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen Pelayanan dari tim perusahaan kepada konsumen Mengadakan promo, bazar dan pameran Menawarkan garansi produk Prosesini memiliki 3 tahap yang berbeda, dan Andalah yang bertugas untuk memandu calon pelanggan melalui 3 tahap ini. Tahap I : Sebelum. Kita memberi label sebagai 'prospek' untuk orang-orang pada tahap ini. Pada tahap ini, prospek biasanya tidak tahu apa-apa, tidak mengenal Anda & tidak tahu apa produk Anda. Membuatkoneksi pada tahap pertama perjalanan pembeli membantu mendorong prospek melalui corong pelanggan. Menggunakan pemasaran digital memungkinkan Anda mencapainya dari awal hingga akhir dan di setiap titik di antaranya. Saluran online memungkinkan Anda mengikuti seluruh perjalanan pembelian pelanggan Anda. CpNf. Di era sekarang, pelanggan tak mau lagi dijadikan target promosi atau bombardir iklan. Pelanggan ingin diperlakukan sebagai manusia seutuhnya yang memiliki budi, hati, dan spirit. Pelanggan ingin diperlakukan sejajar sebagai teman. Dalam konteks inilah, content marketing mendapatkan tempat. Apa itu content marketing? Seperti ditulis dalam artikel sebelumnya berjudul “Menimbang Kekuatan Storytelling dalam Content Marketing”, Content marketing dimengerti pendekatan pemasaran yang melibatkan proses penciptaan, kurasi, pendistribusian, sekaligus penguatan konten yang menarik, relevan, dan berguna untuk segmen audiens tertentu. Tujuannya tak lain membangun percakapan seputar konten tersebut. Lalu, bagaimana langkah menciptakan content marketing yang bagus dan kuat? Mengacu pada buku “Marketing Moving from Traditional to Digital” Wiley, 2017, ada delapan tahapan membangun content marketing tersebut. 1 Tentukan tujuan Sebelum membuat sebuah konten, pemasar sebaiknya menentukan dulu tujuan dari content marketing. Tanpa merumuskan tujuan secara jelas, pemasar tidak bisa mengukur keberhasilan konten tersebut, dari proses pembuatan hingga distribusinya. Tujuan content marketing tersebut bisa diklasifikasikan menjadi dua tujuan besar. Pertama, tujuan yang terkait penjualan. Ini menyangkut juga sales closing, cross-sell, dan up-sell. Kedua, tujuan yang terkait merek. Ini menyangkut brand awareness, brand association, maupun brand loyalty. Berdasarkan riset, The Content Marketing Institute mengatakan, perusahaan B2C Business-to-Consumer di Amerika Utara kebanyakan memanfaatkan content marketing untuk urusan kesadaran merek, loyalitas, serta engagement. Sedangkan perusahaan B2B Business-to-Business lebih mengedepankan tujuan penjualan. Intinya, tentukan dulu tujuannya agar arah dan masa depan content marketing menjadi jelas. Ini akan memudahkan tahapan-tahapan selanjutnya. 2 Pemetaan Audiens Sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi pemasaran, content marketing juga harus memiliki segmen audiens yang jelas. Pemasar harus fokus pada segmen audiensnya. Tujuannya apa? Agar kontennya bisa lebih tajam sekaligus mengena segmen tersebut. Segmentasinya bisa dilakukan seperti segmentasi biasanya, seperti berdasarkan geografi, demografi, psikografi, maupun perilaku. Biasanya, content marketing mengarah pada kelompok dengan perilaku tertentu, kelompok minat, kelompok gaya hidup, dan sebagainya. Misalnya, kelompok pecinta travelling, otomotif, kuliner, games, dan sebagainya. Usai melakukan segmentasi, pemasar perlu mendeskripsikan profil audiensnya dengan lebih detail – termasuk memahami apa yang menjadi hasrat dan kecemasan mereka. Dengan ini, pemasar akan lebih gampang menentukan konten mana yang paling relevan dengan kehidupan audiens. 3 Ideasi Konten dan Perencanaan Tahap selanjutnya adalah menemukan ide terkait konten yang akan diciptakan dan kemudian melakukan perencanaan. Kombinasi tema yang relevan dengan format yang nyaman dan cerita yang solid biasanya akan membuat konten menjadi kuat. Tema konten yang baik bisa ditemukan dengan dua kriteria. Pertama, konten tersebut relevan dengan segmen audiens. Kedua, konten yang efektif mengusung cerita yang mencerminkan karakter dari merek terkait. Yang kedua ini maksudnya tak lain adalah konten tersebut mampu menjadi jembatan yang menghubungkan merek dengan hasrat dan kegalauan pelanggan. Konten di sini bisa menjadi sarana bagi merek untuk menegaskan diferensiasinya. Selain tema, pemasar perlu menentukan format kontennya. Konten ini bisa diwadahi dalam berbagi bentuk. Bisa bentuk tulisan, seperti siaran pers, artikel, newsletter, white papers, studi kasus, blog, maupun buku. Bentuknya juga bisa visual, seperti infografik, komik, grafik interaktif, slide presentasi, games, video, film pendek, maupun film panjang. Wadah konten itu bisa beragam apalagi di era Internet seperti sekarang. Paling tidak, konten tersebut juga ada di tempat-tempat yang menjadi jalur customer path. Pada tulisan “Strategi Ubah Brand Awareness Jadi Brand Advocacy” dikatakan, content marketing ini beperan penting dalam brand atttraction – khususnya dalam memperkuat fase Appeal dan Ask. 4 Penciptaan Konten Tahap paling penting dalam content marketing adalah penciptaan konten itu sendiri. Karena paling penting, tentunya tidak bakal dikerjakan secara sembarangan. Penciptaan konten ini membutuhkan kreator-kreator yang andal. Pekerjaan ini juga bukan pekerjaan sampingan atau sambilan saja dalam perusahaan. Penciptaan konten membutuhkan komitmen besar, baik dari sisi waktu maupun bujet. Mengapa harus sungguh-sungguh? Karena kalau kontennya jelek atau tak selaras dengan misi merek, konten itu bisa kontraproduktif bagi merek dan buang-buang waktu dan biaya saja. Produksi konten ini harus dilakukan secara kontinu dan konsisten. Pekerjaan ini harus dilakukan oleh orang-orang yang cakap di bidangnya, seperti jurnalis, scripwriter, animator, maupun videografer. Dalam hal ini, ada perusahaan yang membangun content creator-nya sendiri dan ada yang menggunakan pihak ketiga. American Express Publishing, misalnya, memiliki tim kreator kontennya sendiri untuk mengisi segmen Travel + Leisure dan Food & Wine. 5 Distribusi Konten Konten yang bagus tapi kalau tidak didistribusikan dengan tepat akan sia-sia belaka. Istilah content marketing populer di era digital. Tapi, tak berarti pendistribusian konten ini hanya melewati kanal-kanal digital saja. Kanal online dan offline harus dimanfaatkan. Contohnya, penerbitan buku korporat Delivering Happines oleh Zappos dan buku The Everything Store oleh Amazon. Ada tiga kategori besar media yang bisa dimanfaatkan untuk distribusi konten ini, yakni owned media, paid media, dan earned media. Owned media mengacu pada kanal-kanal yang dimiliki perusahaan itu sendiri, seperti penerbitan korporat, event korporat, website, blog, komunitas, dan sebagainya. Sedangkan paid media mengacu pada media atau kanal berbayar. Misalnya, iklan, advertorial, koran, televisi, dan sebagainya. Sedangkan earned media mengacu pada media sosial, komunitas, yang berfungsi untuk memviralkan sekaligus menggaungkan konten. 6 Amplifikasi Konten Kunci utama distribusi konten yang kuat adalah strategi amplifikasi konten tersebut. Agar menjadi viral di media sosial, misalnya, konten tersebut tidak sekadar menarik dan membiarkan terdistribusi secara organik. Tapi, perlu didesain sedemikian rupa agar memiliki daya viral dan engagement yang lebih kuat. Dalam hal ini, peran influencer, buzzer, endorser, atau figur berpengaruh menjadi penting dalam proses amplifikasi konten ini. Peranan mereka adalah membuka akses konten kepada kelompok audiens yang lebih besar. Yang patut diperhatikan, sekali konten tersebut dibicarakan di kelompok, pemasar harus intensif mendengarkan dan terlibat dalam percakapan tersebut. Bila tidak ada komunikasi, kekuatan amplifikasi konten akan meredup. 7 Evaluasi Content Marketing Usai terdistribusi, evaluasi terhadap konten menjadi tahap penting. Untuk apa? Untuk menilai performa dan strategi yang sudah dijalankan. Terkait strategi, apakah konten tersebut pada akhirnya berpengaruh pada tujuan yang ditetapkan atau tidak – terkait penjualan dan merek. Tekait taktik, pemasar perlu mengevaluasi format dan kanal media. Apakah sudah menyentuh customer path Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. Baca juga “Sejauh Mana Merek Anda Direkomendasikan Pelanggan”. Di sini, apakah konten kita sudah visible aware, relevan/relatable appeal, mudah dicari/searchable ask, bisa diklik atau dibaca/action-able act, dan di-share ke orang lain/shareable advocate. 8 Pengembangan Content Marketing Salah satu keuntungan content marketing adalah konten tersebut lebih terukur. Kita bisa melihat performanya dengan lebih jelas dengan menilai tema, format, maupun kanal distribusinya. Pengukuran ini sangat penting bagi pengembangan content marketing tersebut ke depannya. Di sini, pemasar ditantang untuk terus berinovasi secara kreatif agar bisa produktif dalam konten-koten baru dengan tema, format, maupun kanal-kanal yang baru pula. Intinya, tanpa ada inovasi, content marketing akan cepat basi dan tak relevan lagi dengan dunia pelanggan yang cepat berubah seperti sekarang ini. Bagaimana dengan merek Anda? Ikuti terus serial Marketing di laman Informasi Bagi Anda yang ingin membeli bukunya, silakan belanja di tautan berikut ini Marketing Email marketing merupakan strategi pemasaran yang dapat Anda terapkan untuk menarik pelanggan. Selain menarik pelanggan, email marketing juga dapat meningkatkan return on investment ROI 4 kali lebih besar dibandingkan media sosial. Sayangnya tidak semua bisnis bisa menerapkan email marketing efektif. Oleh karena itu, diperlukan tips email of Contents Show Apa itu Email Marketing?Apa Pentingnya Email Marketing Bagi Bisnis?Jenis-Jenis Email Marketing– Innovation Email– Email Follow-up– NewsletterApa Manfaat Email Marketing?– Mendapatkan Customer secara Real-Time– Dapat menaikkan Traffic pada Website– Dapat Mengirim Pesan sesuai Target Audiens– Mudah diukur– Membantu Kampanye di Media Sosial– Menjangkau Pelanggan Pasif– Berpotensi Mendapatkan Penjualan Hanya Lewat Sekali KlikBagaimana Tips Membuat Email Marketing yang Efektif?Tips 1. Pesan bersifat personalTips 2. Tidak Harus PromosiTips 3. Kelompokan penerima emailTips 4. Buatlah subjek yang efektifTips 5. Manfaatkan headerTips 6. Gunakan call-to-action yang kuatTips 7. Jangan spamTips 8. A/B TestingTips 9. Pertahankan kontak yang sudah adaTips 10. Buatlah email yang singkatTips 11. Fokus kepada kebutuhan pelangganTips 12. Pilih platform yang tepatAyo Terapkan Tips Email Marketing untuk Penjualan Produk Lebih Baik! Beberapa perusahaan menerapkan tips email marketing berbeda sesuai kebutuhan. Namun pada umumnya setidaknya ada 12 tips yang biasa bisnis terapkan. Namun sebelum itu, Anda perlu memahami lebih jauh mengenai pengertian, manfaat, jenis-jenis email marketing. Semua itu diulas secara lengkap pada artikel dibawah ini. 12 tips email marketing yang efektif meningkatkan penjualan bisnis Anda, diantaranya Apa itu Email Marketing? Email marketing adalah pesan berisi kampanye atau informasi produk yang dikirimkan ke kontak pelanggan melalui email surat elektronik. Pesan ini tujuannya untuk menginformasikan kepada pelanggan mengenai event atau penawaran terbaru dari bisnis Anda. Email marketing bertujuan agar strategi pemasaran mendatangkan prospek, meningkatkan brand awareness, membangun relasi, dan menjaga loyalitas pelanggan. Metode pemasaran ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode konvensional dan media sosial. Apa Pentingnya Email Marketing Bagi Bisnis? Meski saat ini banyak media digital yang bisa digunakan untuk pemasaran, peran email marketing masih tak tergantikan. Sebab metode pemasaran ini masih cukup berhasil menarik pelanggan. Berikut alasan penting lainnya menggunakan email marketing untuk bisnis adalah Biaya yang dibutuhkan lebih hemat Memiliki jangkauan pasar lebih luar yang tidak dibatasi lokasi Peluang untuk dibaca pelanggan lebih cepat karena konsumen sering mengecek email Lebih efektif dibandingkan media sosial Bisa menjangkau pelanggan dengan perangkan yang berbeda Jenis-Jenis Email Marketing Mengingat pentingnya email marketing bagi bisnis, ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis email marketing sebelum mulai mengirimkan ke pelanggan. Hal ini agar email marketing yang akan Anda kirimkan fokus dan mudah dikenali pelanggan. Berikut 3 jenis email marketing yang paling umum dikirimkan oleh bisnis – Innovation Email Jenis Email marketing ini bertujuan menginformasikan pelanggan agar selalu update dengan event-event yang perusahaan Anda adakan. Misalnya agenda workshop atau pameran yang melibatkan pelanggan. Biasanya email ini akan diterima pelanggan seminggu atau sehari sebelum acara berlangsung. Tujuannya agar pelanggan tertarik untuk menghadiri acara tersebut. – Email Follow-up Mungkin email jenis ini yang paling dinantikan oleh banyak pelanggan. Sebab Email jenis ini bersifat mengingatkan calon pelanggan akan aktivitas yang sebelumnya pernah dilakukan tapi belum diselesaikan. Dengan demikian, kesempatan transaksi yang sebelumnya terbuat dan sempat terlupakan akan kembali muncul sehingga usaha Anda untuk meyakinkan calon pelanggan Anda tidak sia-sia. – Newsletter Email marketing jenis ini mungkin yang paling sering dikirimkan oleh bisnis untuk menarik minat pelanggan. Dimana Newsletter biasanya dikirimkan secara berulang-ulang dan secara reguler, misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali. Biasanya Newsletter berisi berita bisnis atau promosi yang diadakan bisnis tersebut. Apa Manfaat Email Marketing? Manfaat utama email marketing adalah membantu bisnis menyebarkan promosi ke pelanggan. Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan brand awareness. Selain itu, manfaat bisnis menggunakan email marketing adalah sebagai berikut Memiliki alamat email pelanggan atau calon pelanggan berarti satu hal mereka menunjukkan tingkat ketertarikan pada bisnis Anda. Email marketing memberi Anda kemampuan untuk meningkatkan brand awareness. Anda tidak perlu mengirim email setiap hari kecuali Anda ingin dibenci melainkan Anda mencoba mengirimkan email dimana bisnis Anda terlibat pada suatu kegiatan komunitas atau bersifat soft-selling. Apabila Anda terlalu sering melakukan hard-selling dan mengabaikan brand awareness sebagai objektif, bukan tidak mungkin justru pelanggan Akan unsubsribe email bahkan meninggalkan bisnis Anda. – Mendapatkan Customer secara Real-Time Menurut Litmus, 54% dari semua email dibuka melalui perangkat seluler. Seiring berjalan waktu, pelanggan juga banyak menggunakan perangkat seluler dimana tidak hanya membuka email, namun termasuk media lainnya. – Dapat menaikkan Traffic pada Website Bayangkan Anda telah mengembangkan daftar email Anda menjadi kontak, memasukkan website Anda sebagai tujuan di email, dan memiliki rasio klik-tayang atau click through rate dengan rata-rata 5%. Sekarang juga bayangkan Anda menerbitkan artikel yang mengumumkan peluncuran produk terbaru dan Anda membagikannya dengan daftar email Anda. Bahkan jika 5% dari penerima mengklik dan mengunjungi artikel Anda, Anda akan memiliki 5000 orang yang langsung datang ke website dan tahu tentang produk baru Anda. Semua hampir tanpa biaya! – Dapat Mengirim Pesan sesuai Target Audiens Salah satu keuntungan memasukkan email marketing yakni Anda dapat mengirim pesan sesuai target audiens. Gagasan utama di sini adalah bahwa calon pelanggan Anda kemungkinan berada pada tahap yang berbeda dalam siklus pembelian. Beberapa mungkin dalam tahap consideration, sementara yang lain mungkin berada pada tahap research dan compare, dan bahkan yang lain dalam tahap siap membeli ready-to-purchase. Membuat buyer persona dapat membantu Anda menentukan jenis konten yang akan dibuat pada setiap email yang dibuat. Menyegmentasikan pelanggan ini ke dalam daftar target audiens email yang sesuai dapat membantu bisnis menargetkan audiens secara lebih efektif. Pelanggan membutuhkan informasi untuk memindahkan mereka ke tahap siklus pembelian berikutnya. Pada akhirnya, kembali kepada sales funnel dimana sebagai marketer memindahkan journey pelanggan kepada tahap purchase tidak secepat mungkin, tetapi seefisien mungkin. – Mudah diukur Sebagian besar tools email marketing menawarkan kemampuan untuk melacak apa yang terjadi setelah Anda mengirimkan kampanye email. Anda dapat melacak metrik berikut Delivery rates Unsubsribe rates Click thourgh rates Open rates Dari metrik di atas dapat memberikan Anda pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja kampanye email. Metrik ini tidak boleh diabaikan karena merupakan bagian penting dari campaign marketing Anda secara keseluruhan. Meskipun ada berbagai penelitian dan survei yang menyajikan angka “ideal” sebuah KPI, semuanya tergantung kepada industri dan target audiens Anda. Jika pelanggan Anda tidak hanya ingin melainkan berharap dapat email secara harian, Anda sebaiknya dapat menyediakannya. Namun perlu diketahui bahwa mengirim terlalu banyak email ke pelanggan yang tidak menginginkan lebih dari satu email dalam seminggu akan membuat tingkat unsubscribe Anda meningkat. Karena inti dari email marketing adalah tentang bagaimana kita memahami pelanggan serta menyediakan konten yang berharga. – Membantu Kampanye di Media Sosial Pada dasarnya media sosial dan email saling membantu satu sama lain. Sebab Anda dapat menautkan beberapa posting terbaik di media sosial Anda ke email pelanggan Anda. Sehingga pelanggan Anda pun tak ketinggalan kabar terkini yang Anda posting di media sosial. Sebab bagaimanapun, mengirimkan email marketing kepada pelanggan tak akan sesering posting di media sosial. – Menjangkau Pelanggan Pasif Ingatlah bahwa pelanggan potensial Anda bukan hanya yang aktif berinteraksi atau memberi respon media sosial Anda. Anda pun harus menjangkau pelanggan pasif Anda bila tak ingin kalah dalam persaingan. Sebab pelanggan pasif tetap saja berpotensi mendatangkan keuntungan bagi perusahaan Anda. Bila media sosial cocok bagi pelanggan aktif Anda, maka email lebih cocok bagi pelanggan pasif Anda. Dan sudah pasti pelanggan pasif Anda tak akan ketinggalan info promo atau penawaran dari Anda sebab apa yang Anda kirimkan akan muncul di kolom inbox email mereka. Kapan saja mereka membuka email maka saat itulah mereka masih bisa melihat pesan Anda. Dengan begitu, Anda selalu berada dalam jangkauan para pelanggan. Tentu hal tersebut membuka peluang bagi perusahaan Anda untuk melakukan penjualan. – Berpotensi Mendapatkan Penjualan Hanya Lewat Sekali Klik Setiap email pasti berisi “call to action”. Anda meminta seseorang untuk “tahu” akan brand Anda dengan mendaftar, mempelajari, mengunjungi situs web Anda, melakukan pembelian, dan sebagainya. Kelebihan email adalah cara yang bagus untuk menginspirasi tindakan action. Anda dapat dengan mudah menyematkan tombol call-to-action di email Anda. Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak Sekarang! Bagaimana Tips Membuat Email Marketing yang Efektif? Tips sukses email marketing adalah konten pesan harus bisa menarik perhatian pelanggan. Sebab peluang email untuk dibuka oleh pelanggan lebih sering dibandingkan media lainnya. Berikut ini adalah tips email marketing efektif untuk menarik pelanggan Tips 1. Pesan bersifat personal Meski email marketing yang Anda buat ditunjukan oleh banyak kontak sekaligus, tetap harus bersifat personal. Maksud personal dalam email marketing bukan berarti menyapa pelanggan dengan nama saja. Tapi buatlah konten email marketing yang relevan dan dibutuhkan oleh pelanggan. Oleh karena itu, Anda perlu mengumpulkan data atau informasi pelanggan yang ditargetkan. Posisikan diri Anda sebagai calon pelanggan yang akan menerima email tersebut. Tips 2. Tidak Harus Promosi Email marketing yang dikirimkan ke pelanggan tidak selamanya berisi promosi. Tapi kirimkan email juga untuk menjaga hubungan yang dengan pelanggan. Tujuannya untuk mempertahankan loyalitas mereka terhadap brand Anda. Meski begitu, email marketing yang Anda kirimkan tetap harus relevan dan memberikan value pada pelanggannya, kalau tidak sebaiknya tidak perlu dikirim. Tips 3. Kelompokan penerima email Kelompokan prospek atau pelanggan yang memiliki kesamaan tertentu misal usia, gender atau lainnya. Hal ini juga memudahkan Anda membuat konten yang relevan untuk dikirim pelanggan. Metode ini lebih efektif untuk targeting, dibandingkan mengirimkan email ke semua list pelanggan. Tips 4. Buatlah subjek yang efektif Hal pertama yang dibaca dari sebuah email adalah subjek atau judul email. Jika judulnya saja sudah gagal merebut perhatian orang yang menerimanya, jangan harap mereka akan sampai pada bagian call-to-action dan menjadi pelanggan Anda. Subjek yang bisa menarik pelanggan untuk membaca isi email biasanya subjek yang Menawarkan reward atau hadiah menarik Keuntungan yang pasti diperoleh penerima email Subjek yang tidak menipu dan langsung pada intinya Sanggup membuat orang merasa rugi jika sampai kelewatan Subjek email yang memancing emosi dalam bahasa yang unik dan membangkitkan rasa penasaran Tips 5. Manfaatkan header Header merupakan kalimat pertama dalam body email yang Anda kirimkan ke pelanggan. Buatlah kalimat header yang membuat penasaran. Dengan begitu, pelanggan akan tertarik untuk membuka email dari Anda. Tips 6. Gunakan call-to-action yang kuat Anda tidak bisa hanya bercerita mengenai hal menarik, tapi juga akan meningkatkan jumlah trafik lewat click through. Anda harus memasukkan call-to-action untuk mendorong orang yang sudah membaca email Anda mengambil tindakan. Call-to-action haruslah jelas, entah itu untuk mengajak orang yang menerima email melakukan download, merespon penawaran Anda atau untuk melakukan pendaftaran pada suatu hal yang diadakan bisnis Anda. Tuliskan call-to-action tanpa basa-basi, dengan jelas dan lengkap, agar customer Anda tahu apa yang harus dilakukan. Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak Sekarang! Tips 7. Jangan spam Kemungkinan pelanggan akan merasa kesal apabila menerima email marketing Anda terlalu sering. Gunakan fitur frequency capping untuk membatasi jumlah email yang akan diterima pelanggan selama waktu tertentu. Anda bisa mengatur jumlah yang diinginkan agar tidak mengirimkan email secara berlebihan. Tips 8. A/B Testing Setelah menyebarkan email marketing ke banyak pelanggan, hal yang tak boleh terlupakan adalah A/B testing. Tujuannya untuk menguji dan mengukur hasil champaign. Matriks yang perlu Anda ukur antara lain pengirim, subjek email, preview teks, isi email, CTA. Tips 9. Pertahankan kontak yang sudah ada Sebagian bisnis terlalu fokus untuk mengejar prospek baru. Tapi melupakan kontak prospek atau pelanggan yang lama. Padahal keduanya sangat penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Tips 10. Buatlah email yang singkat Jangan pernah sekali-kali membuat email yang meminta perhatian pembacanya dalam waktu yang terlalu lama. Meski apa yang Anda sampaikan memang penting dan pasti dibutuhkan oleh para pembaca Anda, sebisa mungkin buat email Anda sesingkat mungkin. Tips 11. Fokus kepada kebutuhan pelanggan Pastikan email marketing yang Anda kirimkan sesuai dengan kebutuhan atau apa yang ingin dicari pelanggan. Jangan buat email hanya berdasarkan apa yang Anda inginkan saja. Tujuannya agar email Anda memberikan value bagi pelanggan. Tips 12. Pilih platform yang tepat Anda tidak bisa menggunakan platform biasa seperti Gmail atau Yahoo untuk mengirimkan email marketing. Sebab, email yang akan Anda kirimkan dalam jumlah yang sangat banyak sekaligus. Gunakan tools email marketing yang telah banyak berpengalaman seperti Baca juga15 Aplikasi Digital Marketing Terbaik untuk Bisnis Online Ayo Terapkan Tips Email Marketing untuk Penjualan Produk Lebih Baik! Setelah mempelajari 12 tips email marketing diatas, mungkin Anda tertarik untuk menerapkan pada bisnis. Terlebih melihat manfaat yang akan bisnis Anda dapatkan dengan mengirimkan email marketing ke pelanggan. Aktifitas mengirimkan email marketing akan lebih mudah dengan bantuan aplikasi email blast. Dimana dengan aplikasi ini Anda dapat mengirimkan ke banyak kontak pelanggan hanya dengan sekali klik. Kelebihan aplikasi email blast dapat diintegrasi dengan aplikasi CRM. Dengan integrasi ini memudahkan Anda untuk memantau efektifitas email marketing Anda. Gunakan aplikasi CRM terbaik dari Mekari Qontak untuk yang dilengkapi dengan email blast. Fitur Qontak ini memungkinkan Anda mengirimkan email marketing dalam tak terbatas secara otomatis kepada prospek dan pelanggan Anda dengan personalisasi nama maupun data-data yang tersedia di database pelanggan Anda. Tak hanya itu saja, Qontak juga telah dipercaya lebih dari 3000 perusahaan dan Qontak tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan. Hubungi Qontak sekarang atau dengan mengisi form COBA GRATIS di bawah ini

tahapan membuat internet marketing setelah menentukan calon pembaca adalah